Terkait Larangan Armada Dari Kecamatan, Pengusaha Lapak Singkong Lamteng Keberatan

IMG-20210311-WA0078

Lampung Tengah РDengan dikeluarkannya surat edaran dari pihak Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, tentang larangan armada fuso muatan singkong melewati jalan di wilayah setempat, dengan alasan merusak kondisi jalan. Membuat,  Pengusaha lapak singkong merasa keberatan.

Hal ini di akui oleh Sugeng, salah satu pengusaha lapak singkong CV. Kelapa Tiga yang ada di wilayah Kampung Slusuban Lamteng itu. Dimana dengan adanya aturan yang di keluarkan oleh pihak Kecamatan setempat, dianggap telah membebani dan mempersulit usaha yang telah di gelutinya sejak tahun 2015 lalu.

“Kami minta kepada pihak Pemkab.Lamteng, khususnya Dinas Perhubungan dalam hal ini, dapat segera memberikan jalan keluar. Agar aturan atau edaran yang dikeluarkan dari pihak Kecamatan, dapat di terapkan dan dipatuhi oleh semua pengusaha lapak singkong yang ada di kabupaten ini,” ungkap Sungeng, kepada Harianwarna.ID, Kamis (11/03).

Menurutnya, usaha lapak singkong yang di operasikannya sejak 6 tahun silam itu, sampai saat ini tidak ada warga sekitar, dan pihak terkait yang merasa keberatan dengan armada fuso yang melintas di wilayah tersebut. Bahkan kata Sugeng, pihaknya juga ikut serta memperbaiki bila ada jalan-jalan yang rusak di sekitar wilayah khususnya Kecamatan Seputih Agung, meski hanya sekedar tambal sulam dengan batu dan material lainnya.

IMG-20210311-WA0077

“Kami juga perduli dengan keadaan jalan, makanya ikut memperbaikinya. Seperti di wilayah Fajar Asri, dan Dona Arum, kami sempat menurunkan material batu beberapa truk untuk memperbaiki jalan yang rusak,” terang dia.

Namun dia kecewa, manakala mendapat surat peringatan dari pihak Kecamatan, untuk dapat menghentikan operasional armada yang menggunakan fuso. Dengan adanya edaran tersebut, menjadi kendala besar bagi dirinya. Pasalnya, akan mengganggu usahanya. Apalagi, kata Sugeng. Usahnya, telah mengantongi izin dan legalitas yang sah sesuai aturan.

“Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa baru sekarang di tertibkan. Kami menduga, ini ada persaingan bisnis. Kami berharap, Pemkab.Lamteng dan Dinas terkait dapat turun memberikan jalan keluar. Jangan hanya kami saja, ini berlaku juga bagi yang lain,” harapnya. (Ki)

Please Post Your Comments & Reviews

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.