“Bupati Ku Dimana..?”

Img 20210619 101824

Bupati Ku Dimana..?”

Oleh.   : Rolly Johan

Senin, 12 Juni 2023

Sebagai masyarakat, saya miris melihat permasalahan di Lampung Utara yang begitu kompleks. Pasca peralihan kepemimpinan Bupati yang di yakini mampu membenahi daerah, ternyata hanya isapan jempol. Budi Utomo yang di gadang karena memiliki basic keuangan dan bisa memperbaiki atau setidaknya memulihkan daerahnya dari keterpurukan semua hanya hayalan.

Pasca di lantik menjadi Bupati tahun 2019, Budi Utomo malah jarang terlihat di Kantornya alias jarang masuk kerja. Bupati lebih nyaman bekerja di rumah Dinas, dari pada di Kantornya. Hal ini juga sempat viral dua tahun lalu, dimana Asisten III Pemkab setempat yang saat ini sudah pensiun blak-blakan mengatakan bupati jarang ngantor. Namun ntah mengapa, Asisten tersebut meralat pernyataannya. Padahal, kenyataan benar adanya bahwa Bupati Lampung Utara jarang masuk kantor bahkan sampai saat ini.

Tanpa di sadari Bupati, pemerintahan saat ini ibarat ‘Ayam kehilangan Induk’. Sehingga  keadaan ini membuat pejabat ketar-ketir dan tidak berani mengambil kebijakan, meskipun sudah menjadi tanggung jawab mereka untuk melaksanakan kegiatan. Dari data yang di himpun Harian Warna, banyak pejabat tidak ingin menjadi pejabat tekhnis kegiatan fisik. Sebab menurut mereka, tanggung jawabnya besar bahkan dapat membunuh karier mereka sendiri. Sementara, mereka bekerja tanpa ada perlindungan dari pimpinan.

Hingar bingar, masalah demi masalah, bahkan kejadian hari ini di Dinas Kependudukan lampung utara, tak membuat Bupati bergeming, bahkan tidak ada satu katapun yang terucap oleh Bupati mengenai masalah ini. Sangat di sayangkan, jika bupati tak merespon apa yang sedang terjadi pada pemerintahannya. Jujur saja, jika di bandingkan pemerintahan sebelumnya, kinerja Budi Utomo lebih buruk dan lebih bobrok dari sebelumnya. Dan bisa di katakan, Budi Gagal total membangun Lampung Utara dari keterpurukan. Bukan satu dua politisi yang mengatakan hal ini, hampir 85% politisi dan elemen masyarakat mengatakan pemerintahan Budi Utomo gatot alias gagal total.

Dari hasil penelusuran Harian Warna, dan bisa di buktikan sendiri bahwa saat ini Aparatur Sipil Negara (AS) di lampung Utara semakin tidak nyaman bekerja. ASN ‘takut’ berurusan dengan Aparat Penegak Hukum (APH) yang saat ini dengan mudahnya memanggil dan menggeledah kantor. Hal inilah yang membuat ASN resah, bukan takut masalah tapi karena mereka ingin ketenangan dan jauh dari masalah.

Penomena yang terjadi di Lampung utara belakangan juga banyak di sesalkan, dimana dengan mudahnya APH mengobok-obok Lampung Utara yang sedang berupaya bangkit dari keterpurukan. Wadah yang di anggap mampu menyatukan persepsi seperti Forum Komunikas Pimpinan Daerah (Forkopimda), juga di nilai tidak berjalan.  Artinya, dapat di simpulkan jaringan Forkopimda yang telah lama terbentuk tidak berjalan sesuai harapan bersama untuk  membangun Lampung Utara.

Terlepas dari itu semua, insiden yang terakhir terjadi di dinas Kependudukan Lampung Utara banyak yang menyayangkan langkah APH yang telah menggeledah kantor tersebut. Sebab dalam pemikiran mereka, masih banyak masalah besar dan viral saat ini di Lampung Utara. Sebagai contoh masalah di DPRD Lampung Utara yang sudah jelas membuat heboh se provinsi Lampung.

Jujur, saya sangat sependapat dengan politisi wanita Sandi Juwita yang mengatakan “kenapa harus Dinas Capil, kenapa tidak yang sedang viral di DPRD dua tahun ini”. Padahal kata Sandi, kasus di DPRD milyaran tapi tak pernah di geledah. Sementara di kantor capil, hanya untuk sebatas uang rokok tenaga honor jadi masalah besar.

Begitupun Yusrizal, politisi muda lampung utara sangat menyayangkan hal ini. Sebab dalam pendapatnya, berapapun hasil yang di dapat dari tenaga dinas kependudukan hanya sebatas uang rokok dan makan, bukan untuk para tenaga honor dan pegawai hidup mewah. Artinya dalam masalah ini Yusrizal berpendapat, masih dapat di terima jika di bandingkan dengan masalah anggaran di DPRD Lampura yang begitu pantastis dan viral.

Terlepas dari ini semua, saya melihat ada miskomunikasi atau tidak berjalannya Forkopimda di lampung utara. Untuk itulah, kita berharap Bupati dapat mengambil hikmah dan kembali intens menjalin komunikasi. Sehingga Lampung Utara kembali aman dan kondusif, ASN pun kembali bekerja dengan nyaman. Namun  Semua ini tergantung pimpinan daerah, mau atau tidak menjaga dan membangun daerahnya. Kuncinya hanya satu, Komunikasi..!.  Sebab, dengan adanya komunikasi semua akan berjalan sesuai harapan. (*)

Please Post Your Comments & Reviews

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *